Unnormally Incident

Hm, orang itu sudah sangat mengenal gua. entah apa dan seperti apa yang ada dipikirannya saat semua ini terjadi – yang jelas tiba-tiba gua seperti dipaksa dengan sangat ikhlas mengangguk. Mahal banget emang kata-kata YA itu dari bibir gua. untuk itu, gak tau alasannya kenapa.

Biar gua jelaskan. Kita tidak pernah punya moment spesial yang benar-benar bisa membuat gua berfikir bahwa gua istimewa buat dia – dan seinget gua, gak pernah tuh gua berusaha mengistimewakan dia. Semuanya berjalan seperti selayaknya teman. Sahabat. Musuh. Keluarga.

Memang sulit dijelaskan bagaimana keadaan sebenarnya antara gua dan dia karena memang gak pernah ada aturan, ucapan dan tingkah yang spesial menurut orang normal lainnya. Gua hanya membalas apa yang dia kasih dengan sewajarnya, kadang dengan kesal, senyum, marah dan,,, semua akan kembali seperti semula. dia mungkin tau betapa gua gak pernah bisa marah, makanya banyak ‘pemaksaan’ yang dia lakukan. Agh, entahlah… mungkin ini termasuk pemaksaan juga.

Ketika pesta pernikahan teman kami, dan sepakatlah untuk datang bersama. Singkat cerita dia bertemu dengan banyak orang yanag dia kenal dan gua… sibuk dengan dunia gua, meneliti setiap sudut dekorasi sambil berkhayal kesana kemari. Ketika gua rasa dia asik berbincang dengan teman-temannya gua berniat menepi, mencari keasyikan didunia luar – diluar kekuasaannya sekarang. Tapi tiba-tiba tangan gua dijegal. Dia memaksa gua untuk tetap ada disampingnya, tersenyum seperti boneka dan larut dalam obrolan mereka. Sebenarnya mudah buat gua melakukan hal itu-tapi memang ada sudut yang menyita perhatian gua saat itu, jadi gua memilih beranjak pergi – walaupun akhirnya gak jadi.

Obrolan itu terhenti saat beberapa mata tertuju kegua. Dan pertanyaan memuakan itu terlontarkan. “she is my bestfriend… “ ucapnya singkat dengan senyum sumringah. “girlfriend i mean,,,” Lanjutnya bangga. Gua belum sempat mencerna semua ocehannya saat gua lihat orang-orang dihadapan gua tersenyum dan memberi selamat-memaksa gua untuk ikut tersenyum – miris.

waw,,, congrats dear… he is the best men!” Ucap seorang lelaki bertubuh besar – atasannya. Gua tersenyum – sudah bisa menguasai keadaan.

Gua menyipitkan mata-berusaha sesinis mungkin menanggapi senyum menangnya ketika kami hendak pulang. Kemudian seperti biasa, mengusap kepala dan mengacaukan tampilan kepala gua sambil tertawa puas. Kami jadi – hahhahaa,,, entahlah, tiba-tiba gua Cuma mengangguk dan semua kembali mengalir tanpa perlu direncanakan lebih lanjut. Lusa-nya orang tua dia datang. Tiga bulan kemudian semuanya selesai. Halalah sudah. Singkat dan simple things.

 -khayal… cuma prediksi kecil melihat kepribadian aneh gua…🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s