pembelaan _

Ya Ini-lah dia…

Bagi MU segala puji, penguasa atas kerajaan yang ada dilangit dan di bumi.

Kata seseorang, kekurangan yang ada didiri ini saling berkaitan. Berawal dari kurang total dalam menjadi sesuatu, mungkin maksudnya –ragu-ragu. Entahlah,,,

Kemudian menjadi kekurang pekaan terhadap sesuatu. Hm, lagi – ada masalah apa sih dengan sensor kepekaan yang ada ditubuh, diotak dan dihati gua. gimana sih seseorang itu bisa dibilang ‘peka’. Astagfirullah…. *lagi agamis hehehee

Selanjutnya membohongi diri sendiri, *nunduk

Ngebohongin gimana coba? Udah berusaha jujur sama diri sendiri – ngomong dan menyelesaikan segala sesuatunya dengan berdialog, antara si Tien – si Teni – dan si Maharani. Kelihatan gila memang, tapi…. hahahahaa entahlah.

Mencari kritik untuk melakukan perbaikan memang sulit – buat gua sulit. Atau ini bagian dari membohongi diri sendiri. Atau, mungkin yang dikatakan dengan jujur kepada diri sendiri itu berlari keorang – orang yang lo benci, mendorong mereka dan bilang didepan wajahnya, (gua benci lo!) begitukah? – gua rasa tidak.

Atau jujur itu menutup yang dibenci dan mengatakan pada orang yang disayangi, *gua akan berjalan mendekati orang yang gua sayang dan menyapanya (gua sayangg sama lo!) seperti itu kah???

Gua rasa cukup dengan tindakan-maka semua sudah terjawab. Cukup dari respon yang gua berikan, maka semua akan terbaca. Hm,,, ya-kesatuan si Tien Teni Maharani ini memang cukup aneh untuk ukuran perempuan biasa.

Peka itu gimana sih? *merem berusaha meresapi segalanya yang terjadi – gitukah?

Ya, kesimpulan yang didapat adalah,,, beginilah si dia ini… tapi kalo ada pembelaan! Hm,,, membela diri itu fitrah manusia kan? Wajar dong… setidaknya, walaupun mungkin ga ada yang baca, tapi yang penting tenang! Inilah komunikasi didunia sianeh itu.😉

Budaya kita timur kan? Ya, modernisasi model apapun, globalisasi macam apapun tapi latar belakang bangsa kita tetap berbudaya ketimurab kan! Agh, terlalu berat ngomongin bangsa – setidaknya ya, gua menganut paham itu – walaupun belum sepenuhnya bener – guanya!

Ya, kalo ini persoalan hati – tentang suka-sukaan keorang lain atau mungkin lebih tepatnya kelawan jenis, gua udah berusaha jujur! Gua tau kadang gua suka sama seseorang, dua orang atau tiga sekaligus. Tapi apa itu cinta? Mana ada yang tau, kadang gua tau – seneng bareng sama yg satu, kangen sama yang dua, atau muak sama yang tiga – bukannya itu biasa – dalam pertemanan itu juga sering terjadi. Kalo gua pernah baca bahwa nanti ketika seseorang yang ‘benar’ itu datang – secara misterius nanti gua akan merasa nyaman, tentram, damai dan ‘klik’ sama dia. Siapa dia? Gua jga masih bertanya-tanya siapa, bagaimana dan seperti apa orangnya.

Selama ini memang hampir belum pernah ada yang gua jawab dengan ‘YA’ ketika memang rasa itu terungkap, Cuma sekali kalimat dengan jawaban ‘jalanin aja!’ dan… ‘Ya, rasa itu sempat ada!’ ucapan untuk sosok yang ketika itu sedang menuju jalan-Nya. Alhamdulillah – sampe sekarang gua masih berusaha menjaga supaya YA gua yg beneran nanti itu untuk orang yang bener buat gua nyaman, kya kata di Qur’an. Berat banget dagh emang gua sekarang! J maklum baru kelar ramadhan.

Gua pernah nangis, pernah marah, pernah kesel, pernah merasa bodoh dan… masih banyak lagi yang lainnya, -wajar toh? Manusia- dan gua melakukan itu sadar, gua tau kenapa tiba-tiba air mata gua jatuh, kadang karena sakit ketika tiba-tiba aja jadi hampa. Gua jujur sama diri gua sendiri, yang gua gak jujur itu ke orang lain! Dihadapan orang lain gua berusaha kuat, senyum, ketawa dan bergila sebisa gua. apa itukah yang dimaksud dengan ketidak jujuran dengan diri sendiri? Apa sebuah kekurangan ketika gua berusaha mem-protect diri gua agar terlihat ‘biasa-biasa saja’ dihadapan yang lain, dihadapan temen – sahabat – atau semuanya. Itukah yang harus gua perjujur, bukan kepada diri sendiri, tapi pada orang lain? Jadi mulai sekarang gua akan bercerita, nangis kejer dan lain sebagainya dihadapan orang lain? Itukan jujur pada diri sendiri. –gua rasa tidak!-

 Ya, apapunlah… kalo untuk kepekaan – entah dimana gua berada waktu Allah SWT lagi bagi-bagi kepekaan itu. Hehehheee… berusaha peka, dan memekakan diri itu gak gampang! Bantu doain dah supaya gua jadi lebih baik. Hm, mungkin gak ya nanti ketika si YA itu udah ada gua masih akan kaya gini atau berubah. klo berubah seperti apa? Wallahua’lam bissawaf…

Allah-lah sebaik-baiknya tempat kita kembali.

Yang pasti nanti gua akan jadi lebih tenang, seperti kata Beliau dalam surat-NYA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s