Kekuatan Benang – Benang Fibrin

Hahahhahaaa –

Tertawa sebelum menulis semuanya mungkin cukup untuk menggambarkan betapa hati ini sempat terasa begitu sesak untuk Vie. Tidak mudah membuat lisannya mengakui tentang kesakitan dan kepedihan yang ia rasakan. Tapi- (ia kembali tersenyum mengingat beberapa hari kemarin)

Ya, ia juga manusia! Terlebih wanita, entah sekeras apapun hatinya – ia punya airmata. Matanya sempat berkaca-kaca ketika kelebatan memorinya mengenang masa-masa saat ia mengambil keputusan yang tepat! Ya, bau itu telah tercium olehnya, ketidak yakinan yang tiba-tiba saja melesak membuat ia mundur dan berusaha membuat pagar untuk dirinya – hatinya.

Cukup sulit untuknya mengakui bahwa hatinya terluka, agh – Vie tidak membiarkan airmatanya meluncur selain diatas karpet kecil tempatnya bersimpuh. Ya, setidaknya diatas karpet itu – ia pernah menunduk dan hatinya melunak – ‘ya, aku terluka Allah! Gak berdarah sih, tapi kok sakit ya? hahhaaa’ ia masih berusaha tersenyum memandang Tuhan-nya yang esa. Yang Maha Baik, Yang Penyayang, Pengasih, Pemurah, Pelindungnya.

Ia tersenyum mengenang beberapa hal yang baru saja dilewatinya. Kini beban itu terasa terangkat, barjalan riang tanpa perlu memagari apapun, asik dengan headset dan musik indah yang mengalun ditelinganya atau ber-autis ria dengan buku-buku tebal yg ia pinjam. Agh, Vie yang dulu kembali. Yang katanya seperti anak SMP, yang rasa kesalannya – ketika pipi chubbynya tersentuh – membuat sahabat yang ia ceritakan tertawa geli dan menjulukinya yakin – anak SMP – ABG labil.

Entahlah, Vie tersenyum melihat timeline twitternya. Tertawa geli melihat kelakuan ‘ABG labil’ versinya yang bermesra dengan kata-kata melalui account twitternya. Ia bergidik sendri, entah apa yang akan terjadi padanya nanti. Hatinya benar-benar sudah sangat siap melihat siapapun, dia – dia – dia atau siapapun!😛

Agh, dia memang sedikit sombong! Tapi biarlah si anak SMP ini berbahagia dengan caranya sendiri. Banyak yang tidak dimengerti orang-orang tentang dirinya. Cara berfikirnya terlampau aneh untuk orang seumurannya. Tindakannya juga unpredictable
dan hatinya cukup liar – kalau tidak mau disebut gila.

Kemarin, ia sengaja ‘melukai’ dirinya sendiri! Menantang rasa sakit itu menggerogoti dirinya. Aku tak habis pikir, meskipun ia sempat membeberkan alasan yang menurutku gila. Ya, apapunlah… yang terpenting ia telah kembali. Benang-benang fibrin telah berhasil menutup semua lukanya.

Ya! ia akan kembali tersenyum, tertawa lepas seperti biasa. Tak perlu ada yang dikhawatirkan untuknya, ia ternyata baik-baik saja! Lebih baik dari yang kuperkirakan. Luka yang ada dihatinya dulu ditambah dengan goresan luka yang ia buat sendiri telah membuatnya kuat.

Ya, berkat benang-benang fibrin dari-NYA! Ia pulih, menutup semuanya dan kembali asik berjalan didunianya. Didunia yang sedikit aneh, dengan tetap memegang teguh prinsipnya. Prinsip yang tidak diketahui yang lain tentang alasan-alasan mengapa belum ada jawaban ‘ya’ buat semuanya. Agh,,, aku mulai muak dengan kesombongannya,,, bahagialah saja! Bagaimanapun caranya – gajah ,🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s