Hanya Terimakasih, untukmu!

Api unggun yang hangat itu, kini memercikan apinya… memang bukan api yang besar dan bisa menghancurkan, tapi cukup membuat hati ini waspada.

Ya! main api itu seru, tapi ini hati… jdi remnya harus pakem, supaya bisa tetap bahagia dan tidak terbakar nantinya! Hahhaahaa…

itu sebuah status yang sempat terpikirkan ketika seseorang tengah beranalogi,

ibarat kaki yang sudah terangkat, dia sadar betul bahwa kini, ada rasa yang beda dihatinya! Tapi saat kakinya melangkah dan tersadar… bingunglah jadinya, mau dibawa kemana semuanya??? mau dibawa kemana rasa yang tiba – tiba saja ada!

Kakinya sudah terangkat, tapi entah maju, mundur atau turun dan berhenti sejenak,,, entahlah! Ia sempat maju, sempat berusaha menginjak pedal remnya, sempat juga diam, tapi sekali lagi… ini hati! Bukan mobil, motor dan sejenisnya yang dapat berhenti dengan mudah ketika pedal remnya kau tekan kuat-kuat.

aku tersenyum miris, ada rasa bersalah karena menjadi dalang atas ke-galauan dihatinya, dihati dia – disana.

Sebuah pesan singkat memang pernah berhasil membuat hati ini senang, ‘mungkin jilbab dapat menyembunyikan harumnya rambutmu, tapi ia tidak dapat menyembunyikan betapa cantiknya hatimu’.

Agh, langkah itu membuat rem ku sempat blong, atau mungkin malah telah jebol! Allah SWT, maaf… api ku telah membakarnya, aku sadar betul, kini dia terluka… dan selayaknya luka, maka butuh waktu untuk penyembuhan.

Kini dia diam, bisu ditempatnya, dimanapun dia berada. kini ia sedang berusaha bertahan, entah pertahanan macam apa yang dia pilih. Bertahan untuk maju kah? Mundur kah? Atau stay ditempatnya.

Aku akan berusaha menghormati keputusannya, karena jika ditanya… bagaimana? Pun aku hanya bisa tersenyum dan mungkin Cuma berterimakasih. Hm,,, entah bagaimana rasanya hati ini, mungkin aku juga telah terbakar, atau bahkan telah menjadi abu – kini! Tapi… aku belum bisa memilih untuk maju! Aku hanya berusaha santai… tenang,,, damai… meski sebenarnya hati ini juga bergemuruh hebat.

Kau yang katanya telah terbakar – oleh api ku, bertahanlah… kuatlah,,, padamkan semuanya, hm… entah aku inginnya apa… tapi seperti kata DIA, lelaki baik – baik akan bersama dengan wanita yang baik, begitu sebaliknya… kau adalah lelaki baik, maka pasti akan ada wanita baik untuk mu – mungkin aku, dia, atau mereka… waktu akan menemanimu menemukan jawabannya! terimakasihh!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s