#imagila : siAneh tapi Ganteng said…

Gua melirik kearah seseorang yang sejak kehadirannya membuat gua benci sama dia. Hm… kalo ditanya kenapa dan sejak kapan, maka jawabannya adalah sudah lama… entah kenapa gua gak suka sama dia, semua tentang dia! Sikapnya, cara dia bicara, cara dia becanda, intelegent-nya, perilakunya… agh… mungkin aneh dan lo berfikir bahwa gua kekanak-kanakan… disini gua Cuma mau berbagi.

Dimata gua dia gak pernah tulus melakukan sesuatu, gua akui bahwa gua bener – bener gak suka sama dia… tapi itu semua gak membuat gua semena-mena dan seenaknya kedia, jujur… males banget kalo deket, ngobrol dan bareng dia. Tapi sebagai manusia biasa dan berusaha menguasai hati, maka gua berusaha menekan itu semua. Gua gak suka dia tapi gua harus tetap menghargai dia, setidaknya bersikap baik dan turut bertoleransi dengan semua hal tentang dia.

Hm… banyak hal yang udah terjadi dan hal itu menambah rasa gak suka gua ke dia. Kami pernah beradu argumen tentang sebuah acara, agh… banyak hal yang gak mungkin gua ceritakan satu per satu…

Tadi kami berjalan bersama, dia merangkul pundak gua. Seperti biasa, gua tersenyum dan berusaha menjaga sikap dan kehormatan jilbab ungu yang tadi gua kenakan. Kami sempat berbincang dan tertawa bersama, tapi sifat superioritasnya kembali mengusik hati gua. Sempat berfikir bahwa seharusnya gua gak perlu memusingkan sikap dia itu, tapi toh hal itu membuat gua gak nyaman, jadi gua memutuskan untuk pergi mendahuluinya, ya… dari pada menambah dosa yang udah bejibun… gua fikir kalo tetep bareng dia maka gua akan bertindak palsu dan senyum – senyum gua sulit dibuat tulus ( hal itu mengganggu gua ) juga sikap gua gak akan santai atau setidaknya sopan.

Entah apa yang ada dipikiran dia, gua masih sangat tidak nyaman dengan ‘kepura-pura baikan’ dari dirinya, kata – kata baik yang besar, canda – canda yang WAH, sikap yang sering mengganggu, dan yang paling gua gak suka adalah cara dia mengucapkan hal – hal yang identik dengan agama gua… dan seperti menjadikan itu lelucon… sungguh gua muak dengan sikap dia yang seperti itu.

Orang aneh itu melirik gua saat tanpa sadar gua menggumam dan memukul meja untuk melampiaskan kekesalan. Dia membuang senyum kearah selanjutnya setelah melirik gua. “kemarahan yang lo lakuin itu gak akan menyelesaikan masalah, rubah posisi pandangan lo saat melihat sesuatu… marah, sedih, seneng, bahagia, itu pilihan! Sekarang lo pilih marah? Dan menyakiti tangan lo sendiri? Bodoh… gak penting… ribet – ribet mikirin perilaku orang, mikirin diri sendiri aja belom becus… santai lah… management diri sendiri…” gua masih diam tanpa bersedia menoleh kearahnya. “bawel lo! Semua gak semudah yang lo omongin!” ucap gua ketus, dia ketawa dan kembali asik dengan headphone-nya kemudian pergi. Refleks gua menarik tangannya, “ngomong seenaknya kemudian pergi dari masalah sambil ketawa dan sibuk dengan ipod lo! Itu gak menyelesaikan masalah! Cuma menambah masalah!!!” ucap gua ketus. Dia senyum, “masalah anak kecil, gak penting!” ucapnya santai dan pergi.

Gua menatap punggungnya yang semakin menjauh dengan sinis. “kenapa lo?” tanya seseorang sahabat gua yang unpredictable. “gak papa…” jawab gua sambil membuang tatapan gua kearahnya. “udah, makan es krim yuk! Gua traktir…” ucap dia dengan senyum tulus yang khas. Kami berjalan beriringan, “kalo untuk liat rambut lo mesti jadi suami lo dulu, sekarang kalo gua mau liat senyum lo… gua harus ngerogoh kocek lebih dalem untuk nraktir lo es krim dulu… mahal banget sih lo, hahhaa…” gua ketawa mendengar ucapan dia. “kalo buat megang tangan lo, gua mesti ngapain???” tanya dia lagi. Gua diam tak menyangka dengan pertanyaan yang ia ucapkan. Dia tertawa mecairkan suasana dan kami kembali bercanda seperti biasa.

‘berbahagialah… saat hati panas dan jiwa geram, ada ice krim yang mendinginkan semuanya kemudian mendamaikan jiwa… itulah sahabat…’ gua diam saat membuka sms dari nomor baru yang belum tercantum di kontak HP gua.

Ya, kehadiran sosok unpredictable itu memang sering menjadi pendingin dan penyejuk hati gua yang gampang banget panas. Dia memang seperti santa clause salah alamat yang dateng ke muslimah berantakan macam gua, dia selalu siap mendinginkan hati gua dengan anak buah salju ( ice krim ) yang kemudian dia mentraktir gua sampe puas dan gua melupakan kekesalan dan kemarahan yang ada.

“terimakasih…” ucap gua sambil tersenyum. Dia membalas senyum indah. “terimakasih juga,” mata sipitnya kembali membuat gua tersenyum. Hm… astagfirullah… hati gua hampir tergoda, si unpredictable ini sering membuat gua lupa bahwa gua harus menjaga ke’misteriusan’ gua sebagai seorang muslimah, kaya yang sering dibilang si gila, ups… si ganteng tapi aneh itu maksud gua!

Agh… lupa deh sama sosok yang gua sebel dan benci itu, gua kembali bercermin, kemudian membuka jilbab gua dan asik memikirkan hal – hal penyebab gua benci sama teman gua yang itu. Insiden adu argumen yang cukup membuat gua muak, sikap dan perilakunya yang menurut gua hanya kepura – puraannya, kemudian hal yang sangat membuat gua benci… tentang ucapannya yang menurut gua mempermainkan agama gua… haih… delete all lah!

“masalah anak kecil, gak penting!” gua mengingat ucapan si ganteng tapi aneh itu. Oke, gua melupakan insiden adu argumen yang cukup melukai hati gua. Toh kami telah bermaafan… ya, moment idul fitri yang baru saja berakhir membuat kami sempat bersalaman dan saling meminta maaf… gua tersenyum, gak rela rasanya bila berkah ramadhan dan idul fitri yang mestinya gua dapatkan akan lenyap hanya karena keegoisan dan kekeras kepalaan gua yang sulit untuk memaafkan… atau mungkin meminta maaf. Sekarang… Bissmillah… gua memaafkan dia.

Tentang perilaku dan sikap dia yang menurut gua Cuma kepura-puraan… aduh, “masalah anak kecil, gak penting!”  gua kembali mengingat ucapan si ganteng tapi aneh itu. Kenapa gua malah sibuk mikirin sikap dia, perilaku dia… haihh, gua kembali mengingat omongannya “…ribet – ribet mikirin perilaku orang, mikirin diri sendiri aja belom becus…” gua menepus dahi dan meletakan dahi gua diatas meja. “Bodoh!” ucapan ketusnya kembali mengiang ditelinga gua. Iya, gua bodoh… sekarang gua harus berubah, meskipun itu gak akan pernah mudah. Yang penting gua berusaha.

Tentang agama gua, hm… rubah posisi pandangan lo saat melihat sesuatu… haduuhhh kenapa omongan dia lagi yang tiba – tiba mengiang ditelinga gua. Apa tu orang malaikat yang menjawab semua masalah yang hadir dihati gua, atau dia bisa tau masa yang akan datang? Atau bisa baca pikiran gua… hadoohhh…. kebodohan gua kambuh lagi. Ya, coba rubah posisi pandangan gua sekarang. Hm… mungkin maksud dia cara pandang gua terhadap suatu masalah harus dirubah, mungkin si nyebelin itu sedang mendapatkan proses kecil hidayah, adi dia sering mengucapkan istilah – istilah yang identik dengan agama gua, atau mungkin sebenarnya hati dia sedang berusaha mengenal Islam. Ya, ALLAH SWT – lah yang mengetahui semuanya, bantu Aku ya ALLAH SWT,,, bantu aku untuk mengatur management hatiku… bantu aku menghilangkan dendam, benci dan kesal dihati ini. Maaf…. maaf… maaff…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s