tien teni maharani-lah namanya!

Aku menoleh sesaat ketika tiba-tiba saja terdengar dentuman keras dari arah belakang, seorang wanita dengan beberapa buku tebalnya terjatuh dengan anggun, tanpa sadar aku tertawa sambil berusaha membantunya bangkit dan merapikan buku-buku yang beserakan disekitarnya. Wajah wanita itu memerah karena malu, ia menyambut uluran tanganku dan berusaha bangkit, ”Terimakasih,” ucapnya singkat sambil tersenyum dan memamerkan sebuah lesung pipi disebelah kanannya, sejenak aku terdiam dan mencoba menjernihkan pikiran. ”Ok!” balasku dan berniat melanjutkan pembicaraan singkat atau mungkin panjang, wanita itu adalah orang yang sejak dulu terkenang dipikiranku.

Namanya Tien Teni Maharani, nama yang asing dan tidak wajar bagiku, bayangkan saja betapa kreatifnya orangtua dia yang hanya menyusun empat huruf menjadi dua kata berbeda yang ternyata enak didengar dengan tambahan Maharani dibelakangnya dan ternyata anak itu tumbuh menjadi wanita yang nyaman dipandang. Ia lahir pada 7 Januari 1992 di Jakarta, pernah bersekolah di SD Negeri 03, SMP Negeri 72 dan SMK Negeri 2 Jakarta. Jangan heran jika aku tahu banyak tentangnya. Sejak semester satu aku mencari informasi lengkap tentang wanita yang sangat suka pada binatang gajah itu.

Meskipun ada aksen mandarin dinamanya, ternyata ia Indonesia tulen. Lahir dari kedua orangtua yang berdarah Jawa yang tinggal dan menetap di Jakarta membuatnya tumbuh menjadi gadis yang ’eksotik’ bagiku. Ia sering bercerita tentang banyak hal, tentang pengalaman buruknya bersama kucing yang membuatnya membatu dalam waktu sekitar 1 jam akibat imaginasinya yang terlalu hebat bahkan saat ia tertidur atau pengalaman hebatnya saat menjadi voluenteer Javajazz kemarin, senyumnya selalu mampu menghiburku, membuatku kembali bersemangat saat merasa lelah dan menenangkanku saat gundah.

Tien Teni Maharani, impian dan cita-citanya yang besar selalu berhasil membuatku tersenyum bangga seraya berbisik, aku ingin selalu bersamanya, memilikinya! Ia selalu bersemangat saat diajak pergi menjelajah Indonesia. Keinginan besarnya adalah beribadah haji bersama keluarga dan menjelajah seluruh wilayah pelosok dan kota – kota Indonesia. Ia akan tersenyum bila ku goda tentang mimpinya tinggal di daerah dan membangun banyak taman bacaan serta mengaitkannya dengan jurusan Akuntansi yang ia ambil di Universitas Gunadarma ini. Jawabannya hanya singkat, Allah SWT yang akan mengabulkan semua mimpi dan harapan sosialnya,  maka ia akan sangat bersungguh – sungguh saat meminta pada Beliau agar semua itu dapat  dikabulkan. Ia kembali tertawa memamerkan lesung pipinya yang hanya ada disebelah kanannya saja sesaat setelah berhasil membuatku terdiam mendengar jawabannya.

Ia tidak seperti wanita pada umumnya, tak pernah bersedih dihadapan orang lain dan selalu berusaha memamerkan senyum dan kebahagiaan, karena baginya sedih atau bahagia yang ia rasakan itu hanya persoalan sudut pandangnya dalam melihat masalah dan keadaan, jadi ia akan selalu berusaha mencari sudut pandang yang akan membuatnya bahagia, yang mampu membuatnya tersenyum dan itu akan membuatku menjadi lebih nyaman melihatnya, mengaguminya, mencaritahu lebih banyak tentangnya dan hingga kini aku belum berani menyebut itu cinta. Ya, Tien Teni Maharani-lah namanya!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s