Jamur, Primadona yang bermasalah!

Jamur, Primadona baru yang kini bermasalah!

Jamur  yang dahulu tidak pernah dijadikan komoditi utama dan hanya dipandang sebelah mata dalam dunia pertanian kini berhasil mencuri perhatian konsumen dengan racikan sederhana yang kreatif. Gerai-gerai jamur muncul dan menjamur diberbagai tempat. Para petani jamur bersenang hati karena produknya kini jadi lebih bernilai dan disukai masyarakat, namun kini para petani jamur tengah dihadapi masalah besar.

Perubahan iklim yang drastic dan menyeluruh membuat banyak petani yang menggantungkan sawah tadah hujan dan pertanian yang sangat tergantung oleh alam membuat bagitu banyak sawah terlantar dan mengalami puso, bahkan tidak sedikit juga yang mengalami gagal panen.

Begitu juga para petani padi yang banyak mengeluhkan dampak besar perubahan iklim dalam kegagalan panennya. Banyaknya petani yang gagal panen turut andil dalam permasalahan dunia momoditi jamur. Pasalnya gagal panen yang dialami petani padi membuat produksi jerami juga gagal, padahal jerami merupakan media tanam dalam pembudidayaan jamur.

Menurut info yang dilansir harian kompas edisi senin 3 januari 2011 memberitakan bahwa pembudidayaan jamur merang di daerah subang dan karawang, jawa barat mengalami masalah besar pasalnya para pembudidaya jamur mengelami kesulitan dalam mencari jerami dalam 2 bulan terakhir. Bahkan harga jerami yang biasanya hanya berkisar Rp. 350.000 / truk kini berubah menjadi Rp. 700.000 /truk.

Hal tersebut membuat banyak kubung – kubung didaerah tersebut banyak yang kosong karena tidak berhasil mendapatkan jerami. Pada kenyataannya kejadian ini bukan hanya dialami oleh daerah jawa barat, tetapi hamper sebagian besar wilayah Indonesia mengalami dampak hebat dari perubahan cuaca yang ekstrim ini. Dampak yang paling jelas dapat dilihat dari sector pertanian.

Permintaan pasar akan jamur yang kini tengah menjadi primadona snack dan makanan olahan lain membuat ketenaran jamur menjadi tidak selaras dengan persediaan jamur yang  mampu diproduksi para petani. Biaya produksi pengolahan jamur yang ikut mananjak drastic juga membuat harga jamur dipasaran menjadi berangsur naik, akankah jamur tetap menjadi idola masa kini, semoga alam kembali bersahabat dan mendukung para petani untuk kembali berproduksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s