langkah kecil mengubah ‘dunia’

seorang ‘genius’ soal sejarah berkata tentang langkah kecil mengubah dunia. yang kudengar tentang tittle ini terda[pat banyak versi, namun kini yang kudengar jelas tentang sejarah. ya, pelajaran yang bagi sebagian orang terdengar begitu membosankan. begitu juga buat ku, dahulu. sebelum si genius ini memperkenalkan dunia sejarah yang berbeda dan menceritakan hal-hal yang mengejutkan ku.

langkah kecil mengubah dunia sejarah… sejarah yang tak diketahui banyak orang, sejarah yang tak dikenang banyak orang… aku mulai dengan sedikit intro dari beliau.

INDONESIA, bukan milik pejuang, bukan milik seorang tukang sayur, bukan milik seorang accountant, bukan milik seorang pebisnis, wiraswasta, wirausaha, pencopet, tukang bubur, ataupun pelacur, serta berbagai macam hitam-putih – abu-abu semua pekerja.

INDONESIA bukan milik agama Islam, Kristen protestan, katolik, hindu, budha, konghucu atau apapun. Indonesia bukan milik orang jawa, sumatra, sunda, papua, cina, atau apapun. INDONESIA milik kita semua… Indonesia milik para petani, guru, dosen, tk.bubur, tk. jahit, direktur, wirausaha, satpa, pencopet, pelacur, perampok, , kiai,  pendeta, dan semua profesi dengan segala hitam-putihnya.

Indonesia ini dahulu dibangun dengan semangat kata “KAMI” bukan kita. Indonesia dibangun dengan kekuatan dari seorang kiai yang taat, pendeta yang baik, pencopet yang nasionalis, pelacur yang ingin merdeka, opetani yang ingin merasakan hasil kebunnya, harapan serta keinginan merdeka yang muncul dari semua kalangan profesi, semua lapis masyarakat, semuabagian agama, semua suku dan berbagaimacam adat istiadat. Kami semua membangun INDONESIA dengan warna-warni yang berbeda. Kami bersatu karena perbedaan itu. semangat kata “KAMI” yang mendesak hati +- 300 ribu masyarakat berbagai macam lapisan dan golongan untuk hadir di lapangan IKADA untuk hanya mendengarkan pidato dari proklamator kami “Ir. Soekarno” biasanya berpidato panjang – lebar memompa semangat perjuangan kami, tapi saat itu beliau hanya berpidato beberapa menit yanh inti dari pidatonya adalah meminta masyarakat yang hadir saat itu untuk percaya pada beliau dalam menyelesaikan masalah kenegaraan, dan meminta masyarakat yang hadir untuk kembali pulang tanpa ada kericuhan dan penjarahan.

perlu diketahui massa sebanyak 300 ribu orang itu dikumpulkan oleh para pemuda dengan niat untuk melakukan pengambil alihan seluruh senjata dan perlengkapan kenegaraan yang saat itu masih dikuasai jepang. sementara ribuan orang berada di lapangan IKADA, tentara sekutu jepang telah siap berpasang badan dengan senjata lengkap untuk bersiap melakukan hal yang mungkin mampu mengubah momentum itu menjadi moment banjir darah jika sang tokoh proklamatior tidak menginstruksikan seluruh massa untuk pulang dengan damai tanpa ada kericuhan dan penjarahan.

pemuda

cerita pendek dari banyak cerita (ilmu) yang si genius ajarkan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s